12 Strategi Sukses untuk Membina Keterlibatan Karyawan di Industri Jasa Keuangan [Edisi 2024]

Keterlibatan karyawan merupakan faktor penting dalam kesuksesan industri apa pun, tidak terkecuali sektor jasa keuangan. Karyawan yang terlibat akan lebih produktif, termotivasi, dan berkomitmen terhadap organisasi mereka.

Dalam dunia keuangan yang sangat kompetitif dan dinamis, memelihara keterlibatan karyawan bukan hanya praktik yang baik; ini adalah keharusan strategis.

Dalam blog ini, kami akan mengeksplorasi pentingnya keterlibatan karyawan dalam industri jasa keuangan dan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkannya.

Kondisi keterlibatan karyawan dalam industri jasa keuangan

Industri jasa keuangan, khususnya perbankan, bergulat dengan tantangan keterlibatan karyawan yang terus-menerus.

Studi terbaru terhadap para profesional perbankan mengungkapkan bahwa hanya 35% yang melaporkan tingkat keterlibatan yang tinggi, sebuah tren yang memprihatinkan mengingat ketergantungan industri ini pada staf yang termotivasi dan berkomitmen.

Keterlibatan karyawan yang rendah dalam layanan keuangan mengakibatkan tingkat ketidakhadiran dan pergantian karyawan yang tinggi, terutama di sektor perbankan India, di mana pergantian karyawan mencapai 18,6%, menurut jajak pendapat Compdata. Biaya keuangan yang terkait dan gangguan pada alur kerja dan hubungan dengan klien membuat hal ini menjadi masalah yang mendesak.

Menyadari tantangan-tantangan ini, organisasi keuangan semakin banyak menerapkan inisiatif keterlibatan.

Hal ini bertujuan untuk memberdayakan karyawan demi meningkatkan kinerja, memberikan manfaat bagi kepuasan kerja, produktivitas, motivasi, dan yang terpenting, retensi. Karyawan yang terlibat cenderung bertahan lebih lama, sehingga mengurangi perputaran karyawan yang merugikan.

Analisis Gallup menggarisbawahi nilai dari keterlibatan, yang mengungkapkan bahwa pekerja yang terlibat 22% lebih produktif. Dampak nyata ini memperkuat pentingnya berinvestasi dalam inisiatif keterlibatan karyawan, yang sangat penting untuk kesuksesan dalam dunia layanan keuangan yang kompetitif.

Pentingnya keterlibatan karyawan dalam layanan keuangan

1. Pengalaman pelanggan yang lebih baik: Karyawan yang terlibat lebih mungkin memberikan layanan pelanggan yang sangat baik. Dalam industri jasa keuangan, di mana kepercayaan dan hubungan nasabah adalah yang terpenting, hal ini dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.

2. Peningkatan produktivitas: Karyawan yang terlibat cenderung lebih produktif, yang sangat penting dalam sektor yang didorong oleh efisiensi dan akurasi. Tim yang terlibat juga cenderung berkolaborasi secara efektif dan berinovasi, sehingga mendorong keunggulan operasional.

3. Retensi talenta: Perputaran karyawan yang tinggi dapat menjadi mahal dalam hal perekrutan dan pelatihan. Karyawan yang terlibat lebih mungkin untuk bertahan dengan organisasi mereka, mengurangi tingkat pergantian dan mempertahankan pengetahuan institusional.

4. Kepatuhan dan manajemen risiko: Karyawan yang terlibat akan lebih memperhatikan protokol kepatuhan dan manajemen risiko, yang sangat penting dalam industri dengan peraturan yang ketat.

12 Strategi untuk meningkatkan keterlibatan karyawan di industri jasa keuangan

Berikut ini adalah 12 strategi efektif untuk meningkatkan keterlibatan karyawan di industri jasa keuangan.

1. Program pengembangan dan pelatihan karyawan

Berinvestasi dalam program pengembangan dan pelatihan karyawan yang komprehensif dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan dalam industri jasa keuangan.

Program-program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada keterampilan lunak, pengembangan kepemimpinan, dan kesempatan untuk meningkatkan karier.

Dengan memberikan akses kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan, lembaga keuangan memberdayakan staf mereka untuk tetap mengikuti tren industri dan mengembangkan keterampilan baru.

Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan kerja tetapi juga meningkatkan kemampuan karyawan untuk berkontribusi secara efektif, sehingga meningkatkan keterlibatan mereka. Selain itu, menawarkan peluang pengembangan karier melalui program-program ini menunjukkan kepada karyawan bahwa pertumbuhan jangka panjang mereka dihargai.

📕
Sebagai contoh: JPMorgan Chase, salah satu lembaga keuangan terbesar dan terkemuka di dunia, telah menerapkan program pengembangan dan pelatihan karyawan yang kuat. Mereka menawarkan berbagai peluang pembelajaran melalui JPMorgan Chase University, yang mencakup kursus online, lokakarya, program bimbingan, dan pelatihan kepemimpinan. Hal ini membantu karyawan untuk terus mengembangkan keterampilan mereka, membuat mereka lebih terlibat dan termotivasi untuk tumbuh dalam organisasi.

2. Inisiatif kesejahteraan karyawan

Perusahaan jasa keuangan dapat meningkatkan keterlibatan karyawan dengan memprioritaskan kesejahteraan mereka. Hal ini mencakup inisiatif yang berfokus pada kesehatan fisik, kesehatan mental, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.

Memprioritaskan kesejahteraan karyawan tidak hanya meningkatkan keterlibatan, tetapi juga mengurangi tingkat kelelahan dan turnover di industri jasa keuangan, yang dikenal dengan lingkungan kerja yang penuh tuntutan.

Perusahaan yang berinvestasi dalam dukungan kesehatan mental, program pengurangan stres, dan pengaturan kerja yang fleksibel menunjukkan bahwa mereka peduli dengan kesejahteraan karyawan mereka secara keseluruhan, yang mengarah pada peningkatan kepuasan kerja dan keterlibatan.

📕
Sebagai contoh: Goldman Sachs, sebuah perusahaan perbankan investasi dan jasa keuangan global, telah menerapkan inisiatif kesejahteraan komprehensif yang disebut"Ketahanan dan Kesejahteraan." Program ini mencakup sumber daya untuk dukungan kesehatan mental, manajemen stres, dan mempromosikan keseimbangan kehidupan kerja. Goldman Sachs juga menawarkan fleksibilitas dalam pengaturan kerja, seperti opsi kerja jarak jauh dan jam kerja yang fleksibel, untuk mendorong integrasi kehidupan kerja yang sehat bagi para karyawannya.

3. Merayakan pencapaian karyawan secara terbuka

Merayakan pencapaian karyawan secara terbuka melibatkan pengakuan dan penghargaan atas keberhasilan dan kontribusi karyawan dengan cara yang terlihat dan penuh penghargaan. Hal ini dapat dilakukan melalui pengumuman di seluruh perusahaan, upacara penghargaan, atau saluran komunikasi internal.

Merayakan pencapaian karyawan secara terbuka tidak hanya mengakui pencapaian individu tetapi juga memperkuat budaya penghargaan dalam organisasi.

Ketika karyawan melihat rekan kerja mereka menerima penghargaan atas kerja keras mereka, mereka termotivasi untuk berprestasi dan berkontribusi secara lebih efektif. Hal ini juga menumbuhkan rasa bangga dan persahabatan di antara tenaga kerja, sehingga meningkatkan keterlibatan dan semangat kerja secara keseluruhan.

📕
Sebagai contoh: Goldman Sachs secara rutin merayakan pencapaian karyawan melaluiprogram "Goldman Sachs Gives", yang mengakui upaya filantropi karyawan dan kontribusi masyarakat. Program ini menyoroti pencapaian-pencapaian ini melalui komunikasi internal dan memberikan hibah amal kepada organisasi nirlaba yang dipilih oleh karyawan.

4. Memberikan tunjangan dan manfaat bagi karyawan

Memberikan tunjangan dan manfaat kepada karyawan di luar kompensasi reguler mereka adalah cara yang ampuh untuk meningkatkan keterlibatan. Tunjangan ini dapat mencakup tunjangan kesehatan dan kebugaran, pengaturan kerja yang fleksibel, penggantian biaya pendidikan, dan banyak lagi.

Menawarkan tunjangan dan manfaat kepada karyawan menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan dan kepuasan tenaga kerja.

Ketika karyawan menerima tunjangan yang berharga seperti cakupan kesehatan yang komprehensif, akses ke program kesehatan, atau peluang untuk pengembangan profesional, mereka lebih mungkin untuk terlibat dan loyal kepada organisasi.

Fasilitas-fasilitas ini berkontribusi pada lingkungan kerja yang positif dan meningkatkan pengalaman karyawan secara keseluruhan.

📕
Sebagai contoh: Capital One menawarkan berbagai tunjangan karyawan, termasuk program kesehatan dan kebugaran yang komprehensif, pengaturan kerja yang fleksibel, dan bantuan pendidikan. Fasilitas-fasilitas ini melampaui paket kompensasi standar, memperkaya kehidupan karyawan dan membantu mereka menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi secara efektif.

5. Inisiatif keragaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI)

Memprioritaskan keragaman, kesetaraan, dan inklusi di tempat kerja dapat secara signifikan berdampak pada keterlibatan karyawan dalam industri jasa keuangan.

Menciptakan budaya di mana semua karyawan merasa dihargai dan diikutsertakan dapat meningkatkan semangat kerja, kolaborasi, dan keterlibatan.

Inisiatif DEI menunjukkan komitmen terhadap keadilan dan kesetaraan di tempat kerja. Ketika karyawan melihat bahwa organisasi mereka menghargai keragaman dan memberikan kesempatan yang sama, mereka cenderung lebih terlibat dan puas dengan pekerjaan mereka.

ERG, khususnya, menciptakan rasa kebersamaan dan dukungan di antara para karyawan dari berbagai latar belakang, yang selanjutnya meningkatkan keterlibatan.

📕
Sebagai contoh: Morgan Stanley, sebuah perusahaan jasa keuangan global, telah mengambil langkah maju dalam inisiatif DEI. Mereka telah menetapkan sasaran keragaman yang jelas, menerapkan program pelatihan tentang bias bawah sadar, dan membentuk kelompok sumber daya karyawan (ERG) untuk mendorong inklusivitas. Perusahaan ini juga menerbitkan laporan keragaman tahunan untuk melacak kemajuan dan meminta pertanggungjawaban mereka.

6. Program pengakuan dan penghargaan karyawan

Menerapkan program pengakuan dan penghargaan karyawan dapat meningkatkan keterlibatan dengan mengakui dan merayakan kerja keras dan kontribusi karyawan. Program-program ini dapat mencakup bonus kinerja, pengakuan rekan kerja, dan penghargaan untuk pencapaian luar biasa.

Program penghargaan karyawan memotivasi dan menginspirasi karyawan dengan mengakui kontribusi mereka kepada organisasi.

Ketika karyawan merasa dihargai dan dihormati atas kerja keras mereka, mereka cenderung untuk tetap terlibat dan berkomitmen pada peran mereka. Program-program semacam itu juga mendorong lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif.

📕
Sebagai contoh: Deloitte, sebuah perusahaan jasa keuangan global, memiliki program penghargaan yang kuat yang disebut"Applause". Program ini memungkinkan karyawan untuk mengenali dan memberi penghargaan kepada rekan kerja mereka atas upaya dan pencapaian yang luar biasa. Penghargaan dapat berupa kartu hadiah, bonus uang, dan insentif lainnya, sehingga menciptakan budaya penghargaan.

7. Pengaturan kerja yang fleksibel dan opsi kerja jarak jauh

Menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel dan opsi kerja jarak jauh dapat sangat meningkatkan keterlibatan karyawan. Industri jasa keuangan secara tradisional melibatkan jam kerja yang panjang dan budaya berbasis kantor yang kaku.

Namun, memungkinkan karyawan untuk memiliki kontrol lebih besar atas jadwal dan lokasi kerja mereka dapat meningkatkan kepuasan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja.

Fleksibilitas dalam pengaturan kerja menunjukkan bahwa perusahaan mempercayai karyawannya dan menghargai kesejahteraan mereka. Hal ini memungkinkan karyawan untuk mengelola kehidupan pribadi dan profesional mereka dengan lebih baik, mengurangi stres dan meningkatkan keterlibatan.

Selain itu, hal ini dapat menarik dan mempertahankan talenta terbaik, karena banyak karyawan saat ini memprioritaskan fleksibilitas dalam lingkungan kerja mereka.

📕
Sebagai contoh: Capital One, sebuah perusahaan jasa keuangan besar, telah menerapkan pengaturan kerja yang fleksibel. Mereka telah menerapkan program "Fleksibilitas Imperatif" yang memungkinkan karyawan untuk memilih kapan dan di mana mereka bekerja, baik di kantor, jarak jauh, atau dalam model hibrida. Pendekatan ini memberdayakan karyawan untuk menyesuaikan jadwal kerja mereka dengan kebutuhan masing-masing.

8. Umpan balik dan survei keterlibatan karyawan

Mengumpulkan umpan balik dari karyawan secara teratur melalui survei keterlibatan dan menindaklanjuti umpan balik tersebut dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan. Survei ini menyediakan platform bagi karyawan untuk menyuarakan kekhawatiran, saran, dan kepuasan kerja mereka secara keseluruhan.

Survei umpan balik dan keterlibatan karyawan menunjukkan bahwa organisasi menghargai pendapat dan masukan dari karyawannya. Ketika karyawan melihat bahwa umpan balik mereka mengarah pada perubahan positif di dalam perusahaan, mereka cenderung merasa terlibat dan termotivasi.

Survei ini juga membantu mengidentifikasi masalah-masalah yang, jika tidak ditangani, dapat menyebabkan ketidakpuasan dan turnover.

📕
Sebagai contoh: Barclays, sebuah perusahaan jasa keuangan global, melakukan survei keterlibatan karyawan tahunan untuk mengukur denyut nadi tenaga kerja mereka. Mereka menggunakan hasilnya untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan membuat rencana tindakan untuk mengatasi masalah karyawan. Pendekatan proaktif ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan pengalaman karyawan.

9. Program bimbingan dan pengembangan karier

Menetapkan program bimbingan dan pengembangan karier dapat meningkatkan keterlibatan karyawan dengan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan dan bimbingan profesional. Program-program ini memasangkan karyawan yang berpengalaman dengan karyawan yang kurang berpengalaman untuk mendorong pembelajaran dan pengembangan keterampilan.

Program bimbingan menunjukkan kepada karyawan bahwa pertumbuhan dan perkembangan mereka penting bagi organisasi. Memiliki mentor dapat meningkatkan kepercayaan diri, memberikan panduan, dan membuka pintu menuju peluang baru.

Karyawan yang berpartisipasi dalam program semacam itu sering kali lebih terlibat dan termotivasi untuk berprestasi dalam peran mereka, karena mereka memiliki jalur yang jelas untuk kemajuan karier.

📕
Sebagai contoh: Morgan Stanley, sebuah perusahaan jasa keuangan terkemuka, memiliki program bimbingan yang kuat yang dikenal dengan nama "Mentor Connect." Program ini menghubungkan karyawan dengan mentor yang membantu mereka menavigasi jalur karier mereka di dalam organisasi. Program ini menyediakan platform terstruktur untuk berbagi pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan kemajuan karier.

10. Komunikasi yang transparan dan penyelarasan tujuan

Mempromosikan komunikasi yang transparan dan menyelaraskan tujuan individu dan tim dengan misi dan visi perusahaan dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan karyawan. Ketika karyawan memahami peran mereka dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap tujuan organisasi secara keseluruhan, mereka akan lebih termotivasi dan terlibat.

Komunikasi yang transparan menumbuhkan kepercayaan dan kejelasan dalam organisasi. Ketika karyawan mengetahui arah strategis perusahaan dan bagaimana pekerjaan mereka sesuai dengan strategi tersebut, mereka akan lebih terlibat dan termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan bersama.

Hal ini juga membantu karyawan memahami dampak kontribusi mereka terhadap kesuksesan organisasi, memperkuat rasa tujuan dan keterlibatan mereka.

📕
Sebagai contoh: Wells Fargo, sebuah perusahaan jasa keuangan multinasional, menekankan komunikasi yang transparan melalui pertemuan balai kota secara rutin dan informasi terbaru dari pimpinan senior. Mereka juga memastikan bahwa tujuan individu dan metrik kinerja karyawan selaras dengan tujuan perusahaan yang lebih luas, dengan menekankan pentingnya kontribusi setiap karyawan terhadap kesuksesan organisasi.

11. Pemberdayaan karyawan dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan

Memberdayakan karyawan dengan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan dapat meningkatkan keterlibatan.

Ketika karyawan memiliki suara dalam menentukan arah organisasi dan merasa bahwa pendapat mereka dihargai, mereka lebih mungkin untuk mengambil alih peran mereka dan berkontribusi lebih efektif.

Pemberdayaan karyawan menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab. Ketika karyawan merasa bahwa mereka memiliki suara dalam organisasi, mereka menjadi lebih terlibat dalam pekerjaan mereka dan sering kali lebih inovatif dan termotivasi untuk berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.

Melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan juga memperkuat kepercayaan dan komunikasi dalam organisasi.

📕
Sebagai contoh: TD Bank, lembaga keuangan terkemuka, mendorong keterlibatan karyawan melalui "Dewan Pengalaman Karyawan". Dewan ini terdiri dari karyawan dari berbagai tingkatan dan departemen yang berkolaborasi dalam inisiatif untuk meningkatkan pengalaman karyawan. Masukan mereka membantu membentuk kebijakan dan praktik yang meningkatkan keterlibatan.

12. Acara rutin pembangunan tim dan acara sosial

Mengadakan acara pembangunan tim dan acara sosial secara rutin dapat meningkatkan keterlibatan karyawan dengan menumbuhkan rasa persahabatan dan hubungan di antara anggota tim. Acara ini dapat berupa makan siang tim, tamasya, atau bahkan pertemuan virtual untuk tim jarak jauh.

Acara team-building memberikan kesempatan kepada karyawan untuk terhubung secara personal, yang dapat meningkatkan kolaborasi dan komunikasi di tempat kerja.

Karyawan yang merasakan hubungan yang kuat dengan rekan kerja mereka lebih mungkin untuk terlibat dan menikmati lingkungan kerja mereka.

📕
Sebagai contoh: American Express adalah perusahaan layanan keuangan global terkenal yang menyediakan berbagai produk pembayaran, perjalanan, dan keuangan. American Express sangat menekankan pada keterlibatan karyawan dan menumbuhkan budaya kerja yang kolaboratif dan inklusif. Mereka mencapai hal ini dengan menyelenggarakan berbagai acara pembangunan tim dan acara sosial sepanjang tahun.

Kesimpulan

Dalam industri jasa keuangan, di mana kepercayaan, akurasi, dan hubungan dengan pelanggan adalah yang terpenting, keterlibatan karyawan memainkan peran penting dalam mencapai kesuksesan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini dan menumbuhkan budaya keterlibatan, lembaga keuangan tidak hanya dapat mempertahankan talenta terbaik, tetapi juga meningkatkan kepuasan, produktivitas, dan kepatuhan nasabah, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan dan daya saing jangka panjang mereka.

Memprioritaskan keterlibatan karyawan bukan hanya sebuah pilihan, tetapi juga merupakan kebutuhan strategis bagi industri jasa keuangan.