12 Key Steps to Conduct a Successful DEI Audit
A DEI audit helps organizations assess and improve diversity, equity, and inclusion efforts. Learn the 10 key steps to evaluate workplace DEI and foster an inclusive culture.
Di halaman ini
- Apa yang dimaksud dengan audit DEI?
- Komponen-komponen audit DEI
- Pentingnya audit DEI
- Bagaimana cara melakukan audit DEI?
- Key metrics for a successful DEI audit
- DEI audit checklist: A guide to assessing diversity, equity, and inclusion
- DEI audit tools: Methods for assessing DEI efforts
- Kesimpulan
- Pertanyaan Umum
With DEI becoming one of the active topics in the workplace, a majority of employed U.S. adults, namely 56%, focus on increasing DEI at work, shared Pew Research Centre Survey.
Large to medium corporates are paying more attention to employee morale and keeping up with international standards to provide a wholesome environment at work by including all kinds of people with diverse cultural, religious and gender backgrounds.
The same study has shown that most workers say their employers pay the right amount of attention to DEI. This, in turn, provides a better workplace culture, improves productivity, and is a social stimulant.
A reaserch on D&I has showcased that companies with highly diverse teams have notified a significant increase in cash flow, 2.5 times per employee. The same research has shown that highly diverse teams showcase 35% more engagement and productivity, stressing the need for every company to audit their workspace DEI.
Mari kita mulai dengan hal-hal mendasar.
Apa yang dimaksud dengan audit DEI?
Audit DEI secara komprehensif menilai praktik keragaman, kesetaraan, dan inklusi organisasi.
Perusahaan sendiri biasanya melakukan audit ini untuk mengikuti standar internasional budaya tempat kerja yang membantu membangun lingkungan kantor yang baik.
The audit involves a systematic review of policies, procedures, employee experiences, and organizational culture to gauge how effectively the company is promoting diversity and creating an inclusive work environment.
Tujuan dari audit DEI adalah untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan area yang perlu ditingkatkan, yang akan membantu mempromosikan budaya kerja dan membangun tempat kerja yang beragam dan adil.
Komponen-komponen audit DEI
Following are the few components of the DEI audit that you must know before conducting one.
1. Pengumpulan dan analisis data
Komponen pertama adalah mengumpulkan data demografi karyawan yang meliputi jenis kelamin, ras, etnis, usia, dan detail lainnya.
Tim audit juga dapat melihat data kualitatif yang dapat diperoleh dari survei yang dilakukan terhadap karyawan atau dari kelompok-kelompok fokus yang dikembangkan di dalam perusahaan untuk meningkatkan nilai data.
2. Tinjauan kebijakan dan prosedur
Komponen penting lainnya adalah mengevaluasi kebijakan, prosedur, dan praktik organisasi serta menilai keselarasannya dengan prinsip-prinsip DEI.
Kebijakan dan prosedur yang sejalan dengan berbagai fungsi SDM seperti rekrutmen, perekrutan, promosi, kompensasi, proses penanganan keluhan, serta inisiatif pengembangan dan pelatihan karyawan, semuanya dipertimbangkan di sini.
3. Penilaian kepemimpinan
Representasi kepemimpinan merupakan parameter penting. Memeriksa tingkat representasi individu yang beragam dalam posisi kepemimpinan dan di tingkat dewan direksi sangat penting bagi organisasi.
Apakah kepemimpinan perusahaan mencerminkan keragaman tenaga kerjanya menunjukkan komitmen organisasi terhadap keragaman dan inklusi pada tingkat yang lebih luas.
4. Evaluasi budaya inklusif
Parameter penting dalam audit DEI adalah menganalisis budaya, nilai, dan norma organisasi secara keseluruhan untuk menilai apakah perusahaan mempromosikan inklusivitas dan rasa hormat terhadap semua karyawan.
Jenis jaringan afinitas, sumber daya untuk rekrutmen dan berbagai inisiatif yang diambil oleh perusahaan secara keseluruhan diperiksa oleh tim.
5. Pembandingan dan praktik-praktik terbaik
Komponen terakhir untuk memahami posisi perusahaan adalah dengan membandingkan upaya DEI organisasi dengan tolok ukur industri dan praktik terbaik. Hal ini juga membantu dalam menghasilkan area perbaikan bagi perusahaan.
Pentingnya audit DEI
Conducting a DEI audit is of utmost importance as it lays the foundation for a positive, impactful change towards a more inclusive and diverse workplace.
Beberapa alasan utama mengapa audit DEI sangat penting adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi ketidakadilan dan kesenjangan
Most companies look diverse from the outside, but a proper audit can reveal the truth. A DEI audit helps in pinpointing the areas where diversity and inclusion efforts may be falling short within a company.
Dengan mengidentifikasi kesenjangan atau ketidaksetaraan tertentu, perusahaan dapat mengambil tindakan yang ditargetkan untuk mengatasi tantangan ini.
2. Menciptakan strategi berbasis data
Data is the hard truth and helps make things clearer - An audit provides empirical data that lays down the foundation for evidence-based strategies.
Alih-alih mengandalkan asumsi, keputusan berbasis data dapat menghasilkan hasil yang lebih efektif.
3. Membina kepercayaan dan keterlibatan karyawan
Melakukan audit DEI adalah cara yang bagus untuk meningkatkan budaya kerja yang beragam dan inklusif.
Karyawan menghargai komitmen organisasi untuk melakukan audit DEI, karena hal ini menunjukkan minat yang tulus terhadap kesejahteraan mereka.
Hal ini mengarah pada peningkatan kepercayaan, keterlibatan, dan loyalitas karyawan dalam perusahaan.
4. Meningkatkan reputasi organisasi
Perusahaan yang blak-blakan tentang inklusivitas dan budaya kerja yang positif memiliki citra yang lebih kuat.
Komitmen terhadap keragaman dan inklusi berdampak positif terhadap reputasi organisasi baik secara internal maupun eksternal.
Calon karyawan, klien, dan mitra lebih tertarik pada budaya perusahaan yang inklusif dan orang-orang senang diasosiasikan dengan merek seperti itu.
5. Meningkatkan kinerja bisnis
As mentioned earlier, the diversity and inclusivity help promote a healthy work atmosphere and therefore drives success at work.
Tempat kerja yang beragam dan inklusif lebih inovatif dan mudah beradaptasi, yang membantu pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Perusahaan yang memprioritaskan DEI memiliki posisi yang lebih baik untuk mengungguli pesaing mereka dalam jangka panjang.
6. Mengurangi risiko hukum dan reputasi
Salah satu tantangan di dunia saat ini adalah berbagai komplikasi hukum yang dapat muncul pada saat terjadi konflik.
Audit DEI yang proaktif dapat membantu organisasi mengidentifikasi potensi risiko hukum terkait diskriminasi atau bias di tempat kerja dan mengambil tindakan korektif sebelumnya untuk menghindari masalah hukum yang merugikan atau kerusakan reputasi perusahaan.
7. Menyelaraskan dengan harapan pemangku kepentingan
Audit DEI sebagian besar dilakukan di perusahaan-perusahaan besar dengan jumlah tenaga kerja yang besar.
Jika ini adalah perusahaan publik, maka para pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, investor, dan masyarakat luas semakin mengharapkan perusahaan untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap keragaman, kesetaraan, dan inklusi.
Audit DEI menandakan komitmen ini dan dapat memberikan dampak positif terhadap hubungan pemangku kepentingan dengan memulai pandangan dan wacana positif terhadap pengalihan dan inklusivitas.
Bagaimana cara melakukan audit DEI?
Following is a step-by-step guide on how to do diversity audit.
1. Membentuk tim audit yang beragam dan inklusif
Sebelum menetapkan bahwa perusahaan memiliki tenaga kerja dan budaya yang beragam dan inklusif, maka perlu memiliki tim audit yang beragam dan inklusif yang dapat mewakili berbagai demografi, peran, dan tingkatan dalam organisasi.
Tim yang beragam ini akan membawa perspektif, pengalaman, dan wawasan yang beragam pada saat audit yang memastikan proses audit yang komprehensif terhadap inisiatif DEI perusahaan.
2. Tentukan ruang lingkup dan tujuan
Setiap proses audit harus memiliki ruang lingkup dan tujuan yang jelas dan terdefinisi sejak awal. Nyatakan dengan jelas ruang lingkup dan tujuan audit DEI terhadap organisasi tertentu.
Tentukan area spesifik yang perlu dinilai, seperti praktik perekrutan, proses promosi, kesetaraan gaji, program pelatihan, budaya perusahaan, dan keluhan karyawan serta kelompok-kelompok sumber daya.
Menetapkan tujuan yang jelas akan membantu menjaga agar audit tetap fokus dan selaras dengan tujuan setiap saat.
3. Mengumpulkan data dan metrik
Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan semua data dan metrik yang relevan yang diperlukan untuk mengevaluasi kinerja DEI perusahaan.
Hal ini mencakup catatan SDM yang ada, survei karyawan, wawancara keluar, dan sumber informasi lain yang dapat memberikan wawasan tentang lanskap keberagaman dan inklusi organisasi.
Menganalisis data ini berdasarkan jenis kelamin, ras, etnis, usia, dan dimensi lain yang relevan untuk mengidentifikasi tingkat inklusi atau kesenjangan dan tren.
4. Melakukan survei karyawan dan kelompok fokus
Salah satu langkah penting dalam melakukan audit adalah dengan melibatkan karyawan dan mengumpulkan data secara real time.
Make employees participate in the DEI audit process by conducting anonymous surveys and focus groups. Ask for honest feedback on their view on diversity and inclusion in the workplace, including any challenges they face or suggestions for improvement.
This qualitative data along with the previous quantitative data will provide a deeper understanding of the employee experience.
5. Meninjau kebijakan dan praktik
Now that a fair idea of the company's inclusivity and diversity standard has been established, it is critical to check back on the company's policies and practices.
Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bias atau hambatan yang mungkin ada di perusahaan dan yang menghalangi keberagaman dan inklusi. Fokus pada praktik perekrutan, evaluasi kinerja, kriteria promosi, dan prosedur pengaduan.
Selain itu, tim audit juga harus memeriksa aksesibilitas fasilitas tempat kerja dan akomodasi bagi karyawan penyandang disabilitas, ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan, dan lain-lain.
6. Menilai program pelatihan dan pengembangan
Training and Development is an important part of HR and auditing this function helps provide equal opportunity for all employees.
Memeriksa efektivitas inisiatif pelatihan dan pengembangan DEI perusahaan.
Inisiatif ini harus inklusif, peka terhadap budaya, dan berdampak dalam mengembangkan asosiasi dan pemahaman di tempat kerja di antara para karyawan. Identifikasi kesenjangan dalam pelatihan dan harus dibuat rencana untuk mengatasinya.
7. Meninjau kepemimpinan dan perwakilan
The leadership or the board in the company must represent every group within the company so as to benefit all kinds of workforce.
Sangat penting untuk memeriksa keragaman dan keterwakilan tim kepemimpinan dan dewan direksi perusahaan Anda. Identifikasi setiap ketidakseimbangan dalam hal gender, ras, etnis, dan dimensi lainnya.
Kurangnya keragaman di tingkat manajemen dapat menandakan masalah yang lebih luas dalam upaya DEI.
8. Tolok ukur terhadap standar industri
Hanya dengan membandingkan kinerja perusahaan dengan standar industri, maka akan mudah untuk menafsirkan posisi perusahaan dan upayanya.
Bandingkan praktik DEI organisasi dengan tolok ukur industri dan praktik terbaik. Perspektif eksternal ini dapat membantu mengidentifikasi area-area di mana perusahaan Anda mungkin gagal dan menemukan cara-cara kreatif untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
9. Mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu ditingkatkan
Sebagai kelanjutan dari langkah di atas, setelah hasilnya dibandingkan dengan standar industri, tim audit dapat menentukan cara untuk meningkatkan peringkat.
Berdasarkan temuan audit, identifikasi area spesifik untuk perbaikan dan berikan rekomendasi. Prioritaskan inisiatif-inisiatif yang mengatasi kesenjangan DEI yang paling kritis agar selaras dengan tujuan dan sasaran perusahaan secara keseluruhan.
10. Mengembangkan rencana aksi DEI
Berdasarkan temuan dan hasil audit, implementasi rekomendasi merupakan langkah selanjutnya.
Membuat rencana aksi DEI yang komprehensif yang menguraikan langkah-langkah, jadwal, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mengimplementasikan inisiatif yang direkomendasikan.
Libatkan semua pemangku kepentingan utama dalam proses perencanaan untuk memastikan rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap perubahan yang diusulkan.
11. Mendorong akuntabilitas dan transparansi
Penting untuk tetap berada di jalur yang benar setelah audit. Menetapkan mekanisme untuk melacak kemajuan, mengukur keberhasilan, dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait atas komitmen DEI.
Secara teratur mengkomunikasikan pembaruan dan pencapaian kepada semua pemangku kepentingan untuk menunjukkan dedikasi Anda terhadap tempat kerja yang beragam dan inklusif.
12. Terus mengulang dan meningkatkan
DEI adalah perjalanan yang berkelanjutan, bukan upaya sekali jadi. Tinjau dan perbarui rencana aksi DEI Anda secara terus menerus seiring dengan kemajuan yang Anda capai dan ketika Anda menghadapi tantangan baru.
Lakukan audit tindak lanjut secara teratur untuk memeriksa dampak dari inisiatif Anda dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.
Key metrics for a successful DEI audit
Conducting a DEI audit is essential for organizations striving to build an inclusive and equitable workplace. By tracking key metrics, businesses can assess their progress, identify gaps, and implement meaningful improvements.
Here are the critical metrics to evaluate in a DEI audit checklist:
- Workforce representation: Analyze demographic data (gender, race, ethnicity, age, disability status) to measure workplace diversity.
- Hiring and promotions: Track diversity in candidate pipelines, hiring decisions, and promotions to detect and address biases.
- Employee engagement: Use surveys to measure employees’ sense of belonging, satisfaction, and engagement levels.
- Pay equity: Conduct compensation analysis to uncover and address disparities in pay across gender, racial, or ethnic groups.
- Retention rates: Monitor retention trends among diverse employees to identify and address potential challenges.
- Leadership diversity: Assess the representation of diverse talent in leadership and key decision-making roles.
- Training and development: Track participation in diversity and inclusion audit training programs to gauge their impact.
- Employee resource group (ERG) engagement: Measure ERG membership and participation levels.
- Supplier diversity: Evaluate the diversity of the company’s supplier network and contract distribution.
- Community engagement: Assess involvement in partnerships and initiatives that support social impact.
Regularly tracking these D&I audit metrics helps organizations make data-driven decisions, set measurable goals, and foster an inclusive workplace. A well-executed diversity equity and inclusion audit ensures continuous progress toward a truly equitable work environment.
DEI audit checklist: A guide to assessing diversity, equity, and inclusion
A DEI audit checklist provides a structured approach to evaluating an organization’s diversity, equity, and inclusion audit efforts. Below are key areas to assess:
1. Leadership and commitment
- Are senior leaders actively promoting D&I audit initiatives?
- Is there a dedicated team responsible for DEI audit implementation?
- Do leaders communicate the importance of diversity and inclusion audits?
2. Policy and culture
- Are there clear diversity, equity, and inclusion audit policies in place?
- Are employees aware of and encouraged to follow these policies?
- Does the organization foster a culture of inclusivity and respect?
- Are there systems to address discrimination and bias?
3. Recruitment and hiring
- Are job descriptions inclusive and free from bias?
- Are diverse talent pools proactively engaged?
- Is there a structured hiring process to reduce bias?
- Are diverse interview panels incorporated?
- Is unconscious bias training provided?
4. Representation and retention
- Is there diversity at all organizational levels?
- Are programs in place to support underrepresented employees?
- Do mentorship programs promote career growth for diverse employees?
- Is there an emphasis on inclusion and belonging?
5. Training and education
- Are D&I audit training programs available?
- Are leaders trained to recognize and address bias?
- Are educational resources provided to enhance cultural competency?
6. Pay equity and benefits
- Are pay equity audits conducted regularly?
- Are compensation structures transparent?
- Are benefits accessible to all employees?
7. Employee engagement and feedback
- Are there surveys or focus groups to gather feedback on diversity audits?
- Do employee resource groups (ERGs) support diverse employees?
- Are employees given opportunities to discuss DEI audit initiatives?
8. Community engagement
- Does the company support diverse communities?
- Are there external partnerships to enhance D&I audit efforts?
- Does the organization participate in events celebrating diversity?
9. Measurement and accountability
- Are key metrics tracked to measure diversity and inclusion audits?
- Is progress reviewed regularly to identify gaps?
- Are leaders held accountable for achieving DEI goals?
This DEI audit checklist serves as a comprehensive guide for organizations to evaluate and strengthen their diversity, equity, and inclusion audit efforts.
DEI audit tools: Methods for assessing DEI efforts
Organizations use various DEI audit tools to measure their D&I audit progress. Key tools include:
1. Checklists
A DEI audit checklist helps systematically evaluate policies, practices, and workplace culture. It serves as a framework for tracking progress and identifying areas for improvement.
2. Diversity and inclusion surveys
Diversity audits use surveys to collect employee feedback on workplace culture, inclusion efforts, and leadership commitment. These surveys provide both quantitative and qualitative insights to guide D&I audit strategies.
Vantage Pulse is a powerful DEI audit tool that offers data-driven insights, enabling organizations to assess their diversity and inclusion audits, identify gaps, and implement targeted improvements.
3. Focus groups and interviews
Conducting focus groups and interviews allows organizations to capture in-depth employee experiences and perspectives on diversity equity and inclusion audits. These qualitative insights help refine D&I audit strategies.
Other useful tools include:
- Diversity metrics and scorecards to measure representation
- Policy and procedure assessments for inclusive policies
- Leadership and cultural assessments to evaluate commitment
- Impact assessments to track the success of DEI audits
By leveraging these tools, organizations can make informed, data-driven decisions to create a more inclusive workplace.
Kesimpulan
Kami berharap blog ini dapat membantu tim SDM dan manajemen senior untuk membantu membangun tempat kerja yang beragam dan inklusif, dan dengan melakukan audit DEI, Anda sudah selangkah lebih dekat untuk menciptakan tempat kerja yang lebih beragam, adil, dan inklusif.
Semuanya terletak pada data dan rinciannya dan oleh karena itu, mengumpulkan data yang jujur dari karyawan, memperbarui kebijakan dan prosedur secara teratur, serta menyelaraskan tujuan perusahaan dengan keragaman dan inklusivitas adalah hal yang paling penting.
Ingatlah, perjalanan DEI membutuhkan dedikasi, komunikasi yang terbuka, dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Pertanyaan Umum
1. What does DEI stand for in accounting?
In accounting, DEI stands for Diversity, Equity, and Inclusion. It refers to initiatives that promote fair representation, equal opportunities, and an inclusive work environment within accounting firms and financial organizations.
2. What is a D&I audit?
A D&I audit (Diversity & Inclusion audit) is a systematic review of an organization's policies, practices, and culture to assess how effectively it promotes diversity, equity, and inclusion. It helps identify gaps, biases, and areas for improvement to create a more inclusive workplace.
3. What are DEI statements?
DEI statements are formal declarations outlining an organization’s commitment to diversity, equity, and inclusion. They typically define the company’s DEI goals, values, and strategies to foster an inclusive and equitable environment for employees, customers, and stakeholders.